Perkembangan Aplikasi Multimedia
Dalam Bidang Kesehatan
Dulu, perkembangan teknologi belum maju
seperti sekarang. Para dokter masih mempergunakan alat tradisional dalam
pengobatannya. Hal ini membuat keselamatan pasien masih belum terjamin lebih
dari lima puluh persen. Kini telah terdapat alat-alat medis kedokteran serba
canggih untuk megetahui atau mendeteksi keadaan tubuh dalam manusia. Seperti USG, Elektrokardiogram (EKG), Alat Citiscan, Rontgen, Tensi darah,Termometer, dll.
Ultrasonografi (USG)
Ultrasonografi (USG) adalah salah satu aplikasi gelombang dalam bidang
kedokteran. Ultrasonografi ini memanfaatkan gelombang ultrasonik yang merupakan
gelombang elektromagnetik, untuk membantu para petugas kesehatan ( dokter
)dalam mendiagnosa penyakit yang ada dalam tubuh pasiennya.
Ultrasonografi dalam bidang kesehatan bertujuan untuk pemeriksaan
organ-organ tubuh yang dapat diketahui bentuk, ukuran anatomis, gerakan, serta
hubungannya dengan jaringan lain disekitarnya.Sifat dasar ultrasound yaitu
sangat lambat bila melalui media yang bersifat gas, dan sangat cepat bila
melalui media padat. Ultrasound juga semakin padat suatu media maka semakin
cepat kecepatan suaranya, apabila melalui suatu media maka akan terjadi
atenuasi.
Manfaat dari ultrasonografi adalah untuk pemeriksaan kanker pada hati dan
otak, melihat janin di dalam rahim ibu hamil,
melihat pergerakan serta perkembangan sebuah janin, mendeteksi perbedaan
antar jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, yang tidak dapat dilakukan oleh
sinar x, sehingga mampu menemukan tumor atau gumpalan lunak di tubuh manusia.
Selain manfaat di atas, ultrasonografi dimanfaaatkan untuk memonitor laju
aliran darah.Pulsa ultrasonik berfrekuensi 5 – 10 MHZ diarahkan menuju pembuluh
nadi,dan suatu reciever akan menerima signal hamburan gelombang pantul.
Frekuensi pantulan akan bergantung pada gerak aliran darah. Tujuannya untuk
mendeteksi thrombosis(penyempitan pembuluh darah) yang menyebabkan perubahan
laju aliran darah.
Pemeriksaan dengan ultrasonografi lebih aman dibandingkan dengan
pemeriksaan menggunakan sina-x(sinar Rontgen) karena gelombang ultrasonic yang
digunakan tidak akan merusak material yang dilewatinya sedangkan sinar x dapat
mengionisasi sel-sel hidup..Karena ultrasonik merupakan salah satu gelombang mekanik, maka pemeriksaan ultrasonografi
disebut pengujian tak merusak (non destructive testing) . Aplikasi
gelombang bunyi dalam bidang kedokteran yang lain adalah penggunaan
ultrasonografi untuk pemeriksaan kanker pada hati dan otak.Selain itu,
ultrasonografi dapat mengukur kedalaman suatu benda di bawah permukaan kulit
melalui selang waktu dipancarkan sampai dipantulkan kembali gelombang
ultrasonik.
Komponen Utama dari Pesawat USG yaitu Pulser adalah alat yang berfungsi
sebagai penghasil tegangan untuk merangsang kristal pada transducer dan
membangkitkan pulsa ultrasound. Transducer adalah alat yang berfungsi sebagai
transmitter (pemancar) sekaligus sebagai recevier (penerima).
Dalam fungsinya sebagai pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi
energi mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. Fungsi recevier pada
transducer merubah energi mekanik menjadi listrik.
Tabung sinar katoda adalah alat untuk menampilkan gambaran ultrasound. Pada
tabung ini terdapat tabung hampa udara yg memiliki beda potensial yang tinggi
antara anoda dan katoda. Printer adalah alat yang digunakan untuk mendokumentasikan gambaran yang
ditampilkan oleh tabung sinar katoda dan Display adalah alat peraga hasil gambaran scanning pada TV monitor.
Prinsip Dasar Pada Pesawat USG adalah Generator pulsa (oscilator) berfungsi sebagai penghasil gelombang listrik, kemudian
oleh transducer diubah menjadi gelombang suara yang diteruskan ke medium.
Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki nilai akustik
impedansi, maka gelombang suara akan dipantulkan kembali sebagai echo. Didalam
media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo) yang lebih jauh maka
intensitasnya lebih lemah dibandingkan dari echo yg lebih superficial. Pantulan
gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke amplifier untuk
diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui
recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor.
Kelebihan pada Ultrasonografi yaitu Pasien dapat diperiksa langsung tanpa
persiapan dan memberi hasil yang cepat. Bersifat non invasive sehingga dapat
dilakukan pula pada anak-anak. Memberi
informasi dengan batas struktur organ sehingga member gambaran anatomis
lebih besar dari informasi fungsi organ. Semua organ kecuali yang mengandung
udara dapat ditentukan bentuk, ukuran, posisi, dan ruang interpasial. Dapat
membedakan jenis jaringan dengan melihat perbedaan interaksi dengan gelombang
suara. Dapat mendeteksi struktur yang bergerak seperti pulsasi fetal.
Disamping kelebihan, Ultrasonografi juga mempunyai kekurangan yaitu Dapat
ditahan oleh kertas tipis. Antara tranducer (probe) dengan kulit tidak dapat
kontak dengan baik (interface)
sehingga bias terjadi artefak sehingga perlu diberi jelly sebagai
penghantar ultrasound. Bila ada celah dan ada udara, gelombang suara akan
dihamburkan.
Elektrokardiogram
(EKG)
Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu
sinyal yang dihasilkan oleh aktifitas listrik otot jantung. EKG ini
merupakan rekaman informasi kondisi jantung yang diambil dengan memasang
electroda pada badan. Rekaman EKG ini digunakan oleh dokter ahli untuk
menentukan kodisi jantung dari pasien. Sinyal EKG direkam menggunakan
perangkat elektrokardiograf.
Hal-hal yang dapat diketahui dari
pemeriksaan EKG adalah, Denyut dan irama
jantung, Posisi jantung di dalam rongga dada, Penebalan otot jantung
(hipertrofi), Kerusakan bagian jantung, Gangguan aliran darah di dalam jantung,
Pola aktifitas listrik jantung yang dapat menyebabkan gangguan irama jantung
Sinyal EKG terdiri dari gelombang
P, kompleks QRS, dan gelombang T (diperlihatkan pada gambar di bawah
ini digunakan untuk mendeteksi kelainan jantung atau aritmia (arrythmia).
Urutan terjadinya sinyal EKG yang dapat menimbulkan gelombang P, kompleks QRS,
dan gelombang T adalah sebagai berikut, Setiap siklus kontraksi dan relaksasi jantung
dimulai dengan depolarisasi spontan pada nodus. Peristiwa ini tidak tampak pada
rekaman EKG. Gelombang P merekam peristiwa depolarisasi dan kontraksi atrium (atria
contract). Bagian pertama gelombang P menggambarkan aktivitas atrium kanan;
bagian kedua mencerminkan aktivitas atrium kiri.
Elektrokardiogram tidak
menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat
memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas..
Gelombang yangg timbul akibat depolarisasi dan repolarisasi
miokardium akan direkam pada kertas EKG. Glb tersb mpy 3 sifat, Durasi, diukur dalam
seperbagian detik (waktu), Amplitudo, diukur dalam millivolts
(mV) (voltage).
Konfigurasiebut, criteria
subjektif sehubungan dg bentuk dan gambaran sbh gelombang.
Kertas EKG
CT Scan ( Computed Tomography Scanner )
CT Scan ( Computed Tomography Scanner )
CT Scan ( Computed Tomography
Scanner ) adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari
berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.
CT-Scan merupakan alat penunjang
diagnosa yang mempunyai aplikasi yang universal utk pemeriksaan seluruh organ
tubuh, seperti sususan saraf pusat, otot dan tulang, tenggorokan, rongga perut.
Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara
suatu kelainan, yaitu Gambaran lesi dari tumor, hematoma dan abses. Perubahan
vaskuler : malformasi, naik turunnya vaskularisasi dan infark, Brain contusion,
Brain atrofi, Hydrocephalus, Inflamasi.
Peralatan CT
Scanner terdiri atas tiga bagian yaitu sistem pemroses citra, sistem komputer
dan sistem kontrol.
Sistem pemroses
citra merupakan bagian yang secara langsung berhadapan dengan obyek yang diamati
(pasien). Bagian ini terdiri atas sumber sinar-x, sistem kontrol, detektor dan
akusisi data. Sinar-x merupakan radiasi yang merambat lurus, tidak dipengaruhi
oleh medan listrik dan medan magnet dan dapat mengakibatkan zat fosforesensi
dapat berpendar. Sinar-x dapat menembus zat padat dengan daya tembus yang
tinggi. Untuk mengetahui seberapa banyak sinar-x dipancarkan ke tubuh pasien,
maka dalam peralatan ini juga dilengkapi sistem kontrol yang mendapat input
dari komputer.
Bagian keluaran dari sistem
pemroses citra, adalah sekumpulan detektor yang dilengkapi sistem akusisi data.
Detektor adalah alat untuk mengubah besaran fisik-dalam hal ini radiasi-menjadi
besaran listrik. Detektor radiasi yang sering digunakan adalah detektor
ionisasi gas. Jika tabung pada detektor ini ditembus oleh radiasi maka akan
terjadi ionisasi. Hal ini akan menimbulkan arus listrik. Semakin besar
interaksi radiasi, maka arus listrik yang timbul juga semakn besar. Detektor
lain yang sering digunakan adalah detektor kristal zat padat. Susunan detektor
yang dipasang tergantung pada tipe generasi CT Scanner. Tetapi dalam hal
fungsi semua detektor adalah sama yaitu mengindentifikasi intensitas sinar-x
setelah melewati obyek. Dengan membandingkan intensitas pada sumbernya, maka
atenuasi yang diakibatkan oleh propagasi pada obyek dapat ditentukan. Dengan
menggunakan sistem akusisi data maka data-data dari detektor dapat dimasukkan
dalam komputer. Sistem akusisi data terdiri atas sistem pengkondisi sinyal dan
interfacae (antarmuka ) analog ke komputer.
Film yang menerima proyeksi sinar
diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara
berdispensiasi. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat
detektor, dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang
satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen
yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga
tititk, menurut posisi jam 12, 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4,5 menit.
Sistem Komputer
dan Sistem Kontrol. Bagian komputer bertanggung jawab atas keseluruhan sistem CT
Scanner, yaitu mengontrol sumber sinar-x, menyimpan data, dan
mengkonstruksi gambar tomografi. Komputer terdiri atas processor, array
processor, harddisk dan sistem input-output.
Processor atau CPU (unit pemroses pusat) mempunyai fungsi untuk membaca dan
menginterprestasikan instruksi, melakukak eksekusi, dan menyimpan hasil-hasil
dalam memory. CPU yang digunakan mempunyai bus data 16,32 atau 64 bit.
Tipe komputer yang digunakan bisa mikro komputer dan bisa mini komputer, namun
harus memenuhi unjuk kerja dan kecepatan bai sistem CT Scanner. Harddisk
mempunyai fungsi untuk menyimpan data dan software.
CT Scanner pada umumnya
dilengkapi dengan dua buah monitor dan keyboard. Masing-masing
sebagai operator station dan viewer station dan keduanya
mempunyai tugas yang berbeda. Operation Station mempunyai fungsi sebagai
operator kontrol untuk mengontrol beberapa parameter scan seperti
tegangan anoda, waktu scan dan besarnya arus filamen. Sedangkan viewer
station mempunyai fungsi untuk memanipulasi sistem pemroses citra. Bagian
ini mempunyai sistem kontrol yang dihubungkan dengan sistem keluaran seperti hard
copy film, magnetic tape, dan paper print out. Dari bagian ini dapat
dilakukan pekerjaan untuk mendiagnosa hasil scanning.
Bagian terakhir
dari CT Scanner adalah rekonstruksi. Banyak metode yang dapat digunakan untuk
merekonstruksi gambar tomografi, mulai dari back projection sampai konvolusi.
Metode back projection
banyak digunakan dalam bidang kedokteran. Metode ini menggunakan pembagian pixel-pixel
yang kecil dari suatu irisan melintang. Pixel didasarkan pada nilai absorbsi
linier. Kemudian pixel-pixel ini disusun menjadi sebuah profil dan
terbentuklah sebuah matrik. Rekonstruksi dilakukan dengan jalan saling menambah
antar elemen matrik.
Untuk mendapatkan gambar
rekonstruksi yang lebih baik, maka digunakan metode konvolusi. Proses
rekonstruksi dari konvolusi dapat dinyatakan dalam bentuk matematik
yaitu transformasi Fourier. Dengan menggunakan konvolusi dan transformasi
Fourier, maka bayangan radiologi dapat dimanipulasi dan dikoreksi sehingga
dihasilkan gambar yang lebih baik.
CT Scanner
memiliki kemampuan yang unik untuk memperhatikan suatu kombinasi dari jaringan,
pembuluh darah dan tulang secara bersamaan. CT Scanner dapat digunakan untuk
mendiagnose permasalahan berbeda seperti :
Adanya gumpalan darah di dalam paru-paru (pulmonary emboli), pendarahan
di dalam otak ( cerebral vascular accident), batu ginjal, tulang yang retak,
inflamed appendix, kanker otak, hati, pankreas, tulang, dll.
Prinsip dasar CT scan mirip
dengan perangkat radiografi yang sudah lebih umum dikenal. Kedua perangkat ini
sama-sama memanfaatkan intensitas radiasi terusan setelah melewati suatu obyek
untuk membentuk citra/gambar. Perbedaan antara keduanya adalah pada teknik yang
digunakan untuk memperoleh citra dan pada citra yang dihasilkan. Tidak seperti
citra yang dihasilkan dari teknik radiografi, informasi citra yang ditampilkan
oleh CT scan tidak tumpang tindih (overlap) sehingga dapat memperoleh
citra yang dapat diamati tidak hanya pada bidang tegak lurus berkas sinar
(seperti pada foto rontgen), citra CT scan dapat menampilkan informasi
tampang lintang obyek yang diinspeksi. Oleh karena itu, citra ini dapat
memberikan sebaran kerapatan struktur internal obyek sehingga citra yang
dihasilkan oleh CT scan lebih mudah dianalisis daripada citra yang
dihasilkan oleh teknik radiografi konvensional.
CT Scanner menggunakan penyinaran
khusus yang dihubungkan dengan komputer berdaya tinggi yang berfungsi memproses
hasil scan untuk memperoleh gambaran panampang-lintang dari badan. Pasien
dibaringkan diatas suatu meja khusus yang secara perlahan – lahan dipindahkan
ke dalam cincin CT Scan. Scanner berputar mengelilingi pasien pada saat
pengambilan sinar rontgen. Waktu yang digunakan sampai seluruh proses scanning
ini selesai berkisar dari 45 menit sampai 1 jam, tergantung pada jenis CT scan
yang digunakan( waktu ini termasuk waktu check-in nya).
Proses scanning ini tidak
menimbulkan rasa sakit . Sebelum dilakukan scanning pada pasien, pasien
disarankan tidak makan atau meminum cairan tertentu selama 4 jam sebelum proses
scanning. Bagaimanapun, tergantung pada jenis prosedur, adapula prosedur
scanning yang mengharuskan pasien untuk meminum suatu material cairan kontras
yang mana digunakan untuk melakukan proses scanning khususnya untuk daerah
perut.
Dengan menggunakan tabung sinar-x
sebagai sumber radiasi yang berkas sinarnya dibatasi oleh kollimator, sinar x
tersebut menembus tubuh dan diarahkan ke detektor. Intensitas sinar-x yang
diterima oleh detektor akan berubah sesuai dengan kepadatan tubuh sebagai
objek, dan detektor akan merubah berkas sinar-x yang diterima menjadi arus
listrik, dan kemudian diubah oleh integrator menjadi tegangan listrik analog.
Tabung sinar-x tersebut diputar dan sinarnya di proyeksikan dalam berbagai
posisi, besar tegangan listrik yang diterima diubah menjadi besaran digital
oleh analog to digital Converter (A/D C) yang kemudian dicatat oleh komputer.
Selanjutnya diolah dengan menggunakan Image Processor dan akhirnya dibentuk
gambar yang ditampilkan ke layar monitor TV. Gambar yang dihasilkan dapat
dibuat ke dalam film dengan Multi Imager atau Laser Imager.
Berkas radiasi yang melalui suatu
materi akan mengalami pengurangan intensitas secara eksponensial terhadap tebal
bahan yang dilaluinya. Pengurangan intensitas yang terjadi disebabkan oleh
proses interaksi radiasi-radiasi dalam bentuk hamburan dan serapan yang
probabilitas terjadinya ditentukan oleh jenis bahan dan energi radiasi yang
dipancarkan. Dalam CT scan, untuk menghasilkan citra obyek, berkas
radiasi yang dihasilkan sumber dilewatkan melalui suatu bidang obyek dari
berbagai sudut. Radiasi terusan ini dideteksi oleh detektor untuk kemudian
dicatat dan dikumpulkan sebagai data masukan yang kemudian diolah menggunakan
komputer untuk menghasilkan citra dengan suatu metode yang disebut sebagai
rekonstruksi.
Kelebihan dari CT scan yaitu Sangat rinci, dari
semua prosedur pencitraan internal yang tersedia, CT scan adalah yang paling
rinci sehingga memberikan gambaran paling lengkap dari apa yang terjadi di
dalam tubuh pasien. CT scan sangat berguna dan banyak digunakan untuk
mendiagnosis kanker. Prosedur CT scan non-invasif dan tidak menyakitkan.
Prosedur CT scan bisa dilakukan relatif cepat dan nyaman bagi kebanyakan
pasien. CT scan memberikan dokter informasi yang sangat jelas mengenai letak
dan penyebaran tumor sehingga amat membantu dalam perencanaan biopsi, operasi,
radiasi, atau perawatan.
Selain itu CT scan juga mempunyai kekurangan yaitu Radiasi,
dibandingkan dengan tes diagnostik lainnya, CT scan memberikan dosis
radiasi yang lebih tinggi kepada pasien. Scan yang dilakukan hanya sekali
umumnya tidak akan menyebabkan masalah. Tetapi prosedur yang dilakukan berulang
dapat meningkatkan risiko kanker akibat paparan radiasi yang berulang. Pasien
yang menjalani CT scan mungkin akan menerima dosis zat yang dikenal sebagai
“agen kontras,” yang mengandung yodium.
Agen kontras diperlukan agar hasil pemindaian pada bagian tubuh tertentu
memiliki resolusi yang lebih baik sehingga lebih mudah dianalisis. Sebagian
pasien mungkin mengalami reaksi alergi terhadap agen kontras dengan gejala
meliputi rasa logam di mulut, gatal-gatal, dan sesak napas. Kabar baiknya, agen
kontras yang tidak mengandung yodium sudah tersedia dan semakin banyak
digunakan. Karena hasil CT scan sangat rinci, dokter justru berpotensi
melakukan kesalahan mendiagnosa kelainan kecil dalam tubuh sebagai masalah
serius seperti kanker, misalnya. Hal ini tentu akan menimbulkan kecemasan pada
pasien serta tambahan biaya untuk melakukan tes atau perawatan tindak lanjut
yang sebenarnya tidak perlu.
Rontgen
Foto Rontgen adalah alat yang menggunakan sinar sebagai cara untuk mampu
menembus bagian tubuh manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memotret
bagian-bagian dalam tubuh.
Pada prinsipnya sinar yang menembus tubuh ini perlu dipindahkan ke format
film agar bisa dilihat hasilnya. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini foto
rontgen juga sudah bisa diproses secara digital tanpa film. Sementara hasilnya
bisa disimpan dalam bentuk CD atau bahkan dikirim ke berbagai belahan dunia
menggunakan teknologi e-mail.
Sinar X yang digunakan untuk foto rontgen merupakan sinar yang dapat
menyebarkan radiasi. Meski demikian, manfaat yang didapat dari teknologi ini
lebih banyak ketimbang risikonya jika dilakukan dengan benar. Itulah mengapa,
bila dianggap perlu bayi yang baru lahir pun bisa menjalani tindakan ini untuk
menegakkan diagnosis ada tidaknya kelainan dalam tubuhnya. Tindakan ini
dilakukan semata-mata untuk memudahkan penatalaksaan selanjutnya. Akan tetapi
harus diingat bahwa permintaan foto rontgen harus berasal dari dokter yang
menanganinya, apakah ada indikasi, selain telah mempertimbangkan masak-masak
manfaat dan kerugiannya.
Contoh indikasi yang menjadi pertimbangan adalah Sesak napas pada bayi.
Untuk memastikan ada tidaknya kelainan di toraksnya (rongga dada), dokter
membutuhkan foto rontgen agar penanganannya tepat. Soalnya, ada begitu banyak
penyakit yang memunculkan gejala sesak napas namun membutuhkan penanganan yang
jelas-jelas berbeda. Nah, hasil foto rontgen dapat membantu dokter menegakkan
diagnosis. Bayi muntah hijau
terus-menerus. Bila dokter mencurigai muntahnya disebabkan sumbatan di saluran
cerna, maka pengambilan foto rontgen pun akan dilakukan. Pertimbangan dokter untuk
melakukan tindakan ini tidak semata-mata berdasarkan usia, melainkan lebih pada
risk and benefit alias risiko dan manfaatnya.
Deteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya .
Bagi balita sampai kalangan dewasa, foto rontgen lazimnya dimanfaatkan untuk
mendeteksi masalah pada tulang, paru-paru, usus, dan organ dalam lainnya.
Foto rontgen di gunakan oleh para
dokter untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh pasien. Lewat hasil ronsen
inilah dokter bisa mengetahui bagaimana kondisi kesehatan paru-paru, jantung,
bagian dalam perut, dan bagian-bagian dalam tubuh pasien yang lain. Dari foto
ronsen jugalah kita dapat mengetahui keadaan tulang-tulang. Apakah ada yang
patah, bengkok, atau ada ketidak normalan sambungan antar tulang.
Tidak seperti foto pada umumnya, foto rontgen
menggunakan sinar X sebagai pemantul cahayanya. Namun, tidak seperti cahaya
lampu yang dapat bersinar terang, sinar ini tidak bisa kita lihat dengan mata
telanjang.
Untuk memotret bagian dalam
tubuh, seseorang harus berada di antara tempat penyimpanan film dan tabung yang
memancarkan sinar X tersebut.Sinar X ini akan menembus kulit dan bagian tubuh
lain kecuali tulang. Bayangan sinar ini kemudian direkam pada film. Setelah
film tersebut dicuci, bagian yang tidak dapat ditembus sinar X akan berwarna
hitam, sedang bagian yang dapat ditembus oleh sinar X akan berwarna putih.
Dari hasil ronsen itulah, seorang dokter ahli
penyakit dalam atau dokter tulang dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi
pasiennya.
Unit ukuran dan eksposur diserap atau tersebar.
Untuk alasan ini sinar-X secara luas digunakan untuk gambar bagian dalam obyek
visual buram.
Dengan rontgen kita dapat mendeteksi
penyakit-penyakit dalam secara mudah.
Tensimeter
Tensimeter dikenalkan pertama kali oleh dr. Nikolai Korotkov, seorang ahli
bedah Rusia, lebih dari 100 tahun yang lalu. Tensimeter adalah alat pengukuran
tekanan darah sering juga disebut sphygmomanometer.Tensi meter adalah alat
untuk mengukur tekanan darah (tensi). Tensi meter digital adalah alat untuk
mengukur tekanan darah (tensi) secara digital dan elektronis sehingga dapat
dengan mudah memperoleh hasil pengukurannya. Tensimeter digital juga sangat praktis dalam penggunaan karena
hanya tinggal menekan tombol dan alat akan bekerja sendiri dalam menghitung
tekanan darah. Tensimeter
digital merupakan tensimeter
modern yang akurat, dianjurkan untuk digunakan di rumah atau memantau tekanan
darah sehari hari. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang memerlukan
stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan sistolik dan
diastolik, tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat pendeteksinya
Tensimeter Digital membpunyai kelebihan yaitu Tidak menggunakan air raksa (merkuri) sehingga bebas dari resiko terkena radiasi logam berat. (Kalau tensimeter air raksa kan bisa retak/pecah tabungnya dan kalau merkurinya terhirup oleh manusia bisa menyebabkan gangguan fungsi otak). Praktis, karena hasilnya langsung ditampilkan di layar digital.Seringkali dilengkapi dengan fitur-fitur lain, misalnya grafik tekanan darahnya normal atau tidak, tambahan memori, fitur Irregular Heart Beat, etc. Cara pemakaiannya sama dengan tensimeter air raksa, sehingga tidak perlu pelatihan khusus.
Selain kelebihan Tensimeter Digital jga mempunyai kelemahan yaitu, Akurasi tensimeter digital lebih rendah daripada tensimeter air raksa, karena dipengaruhi berbagai faktor misalnya kondisi baterai, umur pakai, teknologi produknya. Karena itu, biasanya untuk keperluan kalibrasi, dipakai tensimeter air raksa.
Source: http://imjovanojonathans.blogspot.com/2013/12/manfaat-multimedia-dalam-bidang_11.html
http://dwiasihrahaayu.blogspot.com/2014/01/manfaat-multimedia-dalam-kesehatan_3.html
http://priyosasmito.blogspot.com/2017/03/pemanfaatan-multimedia-bidang-kesehatan.html
Komentar
Posting Komentar